Kepadamu,
Aku banyak menyimpan rasa sakit, harapan, bahkan cemburu yang tertumpuk oleh rasa sesak yang tidak seorangpun tahu.
Entah berapa banyak ruang hampa dan isi hati yang ku tutup.
Entah seperti apa dirimu,
Entah seperti apa rupamu,
dan Entah sebaik apa dirimu.
Aku hanya bisa membayangkan dirimu melalui layar kaca HandPhone yang tertuliskan kata kata sopan.
Itu kah yang di sebut "Teman Dunia Maya"?
hanya bisa mendengar suaramu namun tak pernah bisa melihat dirimu?
Sekarang,
yang terbayang dalam benakku adalah ruang hampa yang gelap, yang telah menutupi bayangan dirimu.
Mungkin, kita di takdirkan hanya sampai sebatas ini.
Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan. Ya, jalanku dan jalanmu Berbeda.
Meski, diam-diam Aku masih saja menatapmu dengan perasaan berbeda dari kejauhan, lalu berharap kau tidak akan pernah menyadari itu.
Aku dan kamu, bagaikan "Hujan Dan Teduh".
Pernahkah kamu mendengar kisah itu?
Hujan dan teduh di takdirkan berkenalan namun tidak di takdirkan untuk bertemu dalam perjalanan.
Seperti itulah dirmu, Bagaikan menebak langit abu-abu.
Bagaikan Hujan dan Teduh,
Bagaikan Air dan Minyak,
Dan Bagaikan Aku dan Dirimu.
Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan....







No comments:
Post a Comment